0
  CONTACT US by WHATSAPP
perawatan dan perbaikan mesin kapal
19
Aug
Perawatan dan Perbaikan Mesin Kapal
Aug 19, 2016By Velasco Indonesia

Perawatan dan Perbaikan Mesin Kapal

perawatan dan perbaikan mesin kapal
perawatan dan perbaikan mesin kapal

Struktur fungsional suatu perusahaan pelayaran dengan tegas memberikan tanggung jawab “Perawatan dan Perbaikan Mesin Kapal” kepada Manajer Armada.

Manajer Armada bertanggung jawab :

  • Memelihara kapal agar tetap layak laut
  • ABK lengkap dan diperlengkapi sertifikat
  • Siap berlayar dan menerima muatan
  • Membuat strategi perawatan yang akan dilaksanakan di atas kapal
  • Merencanakan anggaran belanja untuk pemeliharaan dan perawatan serta bekerjasama dengan manajemen kapal (Nakhoda, Chief Officer, Chief Engineer dan Second Enguineer)

Dalam SOLAS 1974/1978 Chapter II Part C, D, E, dengan jelas menegaskan bahwa semua kapal dari Negara IMO harus melaksanakan ”Perawatan dan Perbaikan Mesin Kapal”.

  1. Tujuan umum Sistem Perawatan dan Perbaikan Mesin Kapal, yaitu :
  • Untuk memperoleh pengoperasian kapal yang teratur, serta meningkatkan penjagaan keselamatan awak kapal, muatan dan peralatannya.
  • Untuk memperhatikan jenis-jenis pekerjaan yang paling mahal / penting yang menyangkut waktu operasi, sehingga sistem perawatan dapat dilaksanakan secara teliti dan dikembangkan dalam rangka penghematan / pengurangan biaya perawatan dan perbaikan.
  • Untuk menjamin kesinambungan pekerjaan perawatan sehingga Team Work’s Engine Department dapat mengetahui permesinan yang sudah dirawat dan yang belum mendapatkan perawatan.
  • Untuk mendapatkan informasi umpan-balik yang akurat bagi kantor pusat dalam meningkatkan pelayanan, perancangan kapal dan sebagainya, sehingga fungsi kontrol manajemen dapat berjalan.
  1. Tujuan khusus dilakukan perawatan dan perbaikan mesin kapal, ialah :
    • Untuk mencegah terjadinya suatu kerusakan yang lebih besar / berat, dengan melaksanakan sistem perawatan yang terencana.
    • Untuk mempertahankan kapal selalu dalam kondisi Laik Laut dalam segala cuaca dan tempat.
    • Untuk lebih memudahkan pemeriksaan / pengontrolan semua suku cadang yang jumlahnya ribuan item, dengan sistem penomoran dan pemberian label tiap item.
    • Untuk memperkecil kerusakan yang akan terjadi dan meringankan beban kerja dari suatu pekerjaan diatas kapal.
    • Untuk mengelola biaya yang sudah disediakan (anggaran perawatan) dan dapat dipergunakan sesuai kebutuhan yang direncanakan.
    • Untuk menjaga komitmen atau perjanjian usaha perdagangan dengan pihak kedua (rekanan) dan pihak ketiga (sub rekanan).

 

  1. Akibat-akibat yang akan ditimbulkan bila perawatan mesin tidak dilaksanakan dengan baik, yaitu :
    • Kapal tabrakan, karena kerusakan mesin secara mendadak, tidak terkontrol, dan sebagainya.
    • Kapal tenggelam, hilangnya kapal termasuk ABK dan seluruh muatan, tabrakan, pecahnya sea chest, kebakaran di dalam kamar mesin, dsb.
    • Kapal bergetar, akibat perawatan dan perbaikan Poros Engkol yang tidak tepat, sehingga dapat merusak bagian-bagian masin lainnya.
    • Kapal bergetar, salah satu daun baling-baling pernah kandas atau menghantam balok keras, dapat juga merusak bagian mesin ataupun instalasi listrik kapal.
    • Kapal menganggur, karena terjadi kerusakan dan perbaikan yang tidak terencana dan tidak cukup suku cadangnya.
    • Pembengkakan biaya operasi kapal, karena kerugian terus menerus yang sulit diperkirakan.
    • Biro Klasifikasi tidak merekomendasikan kapal untuk berlayar, karena permesinan di kapal tidak memenuhi Klass.
    • Rekanan usaha perdagangan tidak merekomendasikan untuk menyewa kapal tersebut.
    • Asuransi akan membebankan biaya yang lebih besar kepada perusahaan, kapal secara keseluruhan tidak menjalankan perawatan dan perbaikan dengan benar (Low Performance)

Pastikan segala sparepart mesin kapal berfungsi normal. Silahkan hubungi kami di cso@velascoindonesia.com untuk mendapatkan penawaran terbaik. Atau cek website supplier peralatan teknik terbaik di Jakarta www.velascoindonesia.com