0
  CONTACT US by WHATSAPP
Tali Baja
25
May
Tali Baja Bersertifikat di Jakarta
May 25, 2020By Velasco Indonesia

Tali baja sederhananya adalah sebuah tali yang terbuat dari baja. Namun tidak hanya itu, alat yang juga sering disebut dengan wire rope ini adalah tali yang banyak diandalkan dalam berbagai industri alat berat, sebut saja konstruksi, perkapalan, otomotif, pertambangan, dan masih banyak lagi.

Tali baja dibentuk dari serangkaian kawat (wire) yang dipilin sedemikian rupa hingga membentuk strand, lalu strand tersebut kemudian dipilin lagi mengelilingi core dan jadilah sebuah tali yang super kuat untuk mengangkat beragam jenis barang. Ada banyak jenis pilinan strand dan masing-masing punya nilai kekuatan (breaking load limit) yang berbeda-beda.

Jenis Tali Baja

Tali baja dibedakan berdasarkan beberapa hal. Berdasarkan bahannya, ada tiga jenis wire rope berikut ini.

  • Galvanized: yaitu wire rope yang telah melewati proses pelapisan dengan zinc (seng) yang dimaksudkan untuk melindungi wire rope dari karat dan korosi, sehingga pemakaiannya lebih tahan lama.
  • Ungalvanized: perbedaan galvanized dan ungalvanized wire rope adalah, wire rope yang satu ini tidak melalui proses galvanisasi seperti di atas.
  • Stainless steel: yaitu wire rope yang terbuat dari baja tahan karat.

Klasifikasi dan Konstruksi Tali Baja

Ada 3 komponen utama dalam wire rope yaitu core (pusat), kawat (wire) dan strand (pilinan dari kawat). Ketiga komponen ini dirangkai sedemikian rupa sehingga menjadi satu wire rope yang utuh. Banyak jenis rangkaian yang tersusun dari 3 komponen ini dan akan dijelaskan dalam klasifikasi dan konstruksi wire rope.

Klasifikasi tali baja menjelaskan berapa banyak kawat dalam satu strand, dan berapa banyak strand dalam satu core. Jadi ada dua angka yang menjelaskan kedua hal tersebut. Misalnya sebuah wire rope tipe 6×19, artinya wire rope ini punya 6 strand. Untuk angka kedua (19) menjelaskan kisaran jumlah kawat dalam strand. Lebih jelasnya bisa dilihat di tabel di bawah ini.

Konstruksi tali baja menjelaskan tentang susunan core, wire dan strand. Ada 5 jenis konstruksi wire rope yang sering digunakan yaitu single layer, seale, filler wire, warrington, dan combined. Lebih jelasnya bisa dilihat dalam ilustrasi berikut ini.

Konstruksi Tali Baja

Working Load Limit Tali Baja

Seperti dijelaskan di atas, wire rope memiliki beragam macam pilinan, serta ukuran. Tidak hanya itu, juga ada banyak metode dalam menggunakan wire rope untuk mengangkat barang. Misalnya dengan metode vertikal, choker, basket atau sling angle. Masing-masing jenis tersebut punya beban maksimal yang aman untuk diangkut, seperti dijelaskan dalam tabel berikut ini. Working load limit wire rope (WLL) ini harus diperhatikan sebelum mulai digunakan, supaya tidak merusak wire rope dan barang yang diangkut, serta tidak membahayakan pekerja.

Kekuatan Wire Rope

Fungsi Tali Baja

Secara umum wire rope punya fungsi untuk aplikasi rigging seperti lifting, towing dan lashing. Namun kegunaan atau fungsi wire rope dapat dibagi menjadi 3 bagian seperti:

  • General Purpose Wire Rope: Yaitu wire rope yang paling banyak dipakai di berbagai industri umum. Misalnya untuk industri perikanan, peti kemas, atau yang lebih umum seperti menarik mobil derek.
  • Elevator Wire Rope: Yaitu wire rope yang digunakan khusus untuk kebutuhan elevator/lift (seperti yang ada di gedung-gedung bertingkat). Tali baja jenis ini harus memiliki WLL dan tingkat kelenturan yang tinggi.
  • High Performance Wire Rope: Yaitu wire rope dengan kekuatan yang super kuat dan hanya digunakan dalam pekerjaan ekstrim dan khusus seperti konstruksi jembatan dan pendant crane.

Tali Baja Bersertifikat

Tali baja yang asli pasti memiliki sertifikat. Jadi pastikan Anda melihat langsung sertifikat itu saat membeli wire rope. Berikut ini beberapa hal lain yang perlu diperhatikan saat membeli wire rope.  

  • Pastikan Anda memilih distributor yang terpercaya, wire rope punya sertifikat sebagai bukti bahwa wire rope itu benar-benar asli.
  • Cek jenis dan ukuran wire rope yang sesuai dengan kebutuhan Anda, jangan sampai kekecilan atau terlalu besar.
  • Saat menerima wire rope, cek jenis serta ukuran dan sertifikatnya, apakah sudah sesuai dengan yang Anda pesan atau tidak.
  • Perhatikan putaran wire rope, jangan sampai renggang. Karena wire rope yang renggang saat dipotong maka ujungnya akan mudah buyar dan bakal cepat rusak.

Aksesoris Tali Baja

Ada beberapa alat yang biasanya digunakan bersamaan dengan wire rope. Beberapa diantaranya adalah:

  • Wire clip atau kuku macan. Fungsinya adalah untuk membuat mata kawat seling, yaitu dengan melipat bagian ujung wire rope lalu memasang wire clip. Beberapa pabrikan ada yang sudah langsung menjual mata kawat seling dengan mechanical splice, bukan wire clip.
  • Thimble. Fungsinya untuk melindungi bagian lipatan wire rope saat dibentuk menjadi seling.
  • Shackle. Fungsinya adalah untuk mengaitkan kawat seling dengan komponen lainnya seperti dengan masterlink atau dengan alat lain.
  • Masterlink. Fungsinya menghubungkan beberapa rangkaian wire rope menjadi satu kemudian dikaitkan ke mesin pengangkut misalnya crane.

Lebih jelasnya dapat dilihat dalam ilustrasi berikut ini.

Silahkan kontak kami PT Velasco Indonesia Persada sebagai distributor wire rope berkualitas dengan pelayanan terbaik. Kami juga jual alat safety kapal, chemical product, dan lain sebagainya. Hubungi (021) 690 530 atau info@velascoindonesia.com. Atau lihat produk kami lainnya di sini.