0
  CONTACT US by WHATSAPP
Rantai Sling
07
Jul
Rantai Sling, Fungsi dan Jenisnya
Jul 07, 2020By Velasco Indonesia

Alat rigging sudah menjadi bagian penting dalam banyak industri-industri besar. Salah satu alat rigging yang punya peran penting adalah rantai sling. Alat yang juga disebut dengan chain sling ini merupakan perpaduan dari rantai dan sling. Sling yang dimaksud adalah pengait, bisa berupa hook, master link, hammerlock, shackle atau alat pengait lain yang memiliki fungsi serupa.

Bagian-Bagian dari Rantai Sling

Secara umum, berikut ini bagian-bagian dari sebuah chain sling. Ada master link sebagai pemersatu dua atau lebih chain (dengan perantara master coupling link dan coupling link), kemudian rantai, lalu hook untuk dikaitkan ke benda yang hendak diangkat. Hook ini bisa digantikan dengan alat pengait lainnya seperti hammerlock, shackle, dll.

Bagian Rantai Sling

Fungsi Rantai Sling

Konstruksi chain sling memiliki fungsi untuk mengaitkan barang kemudian menghubungkannya ke mesin pengangkut barang (misalnya crane, atau alat sejenisnya). Dengan metode serupa, chain sling juga digunakan untuk menarik barang. Chain sling menjadi salah satu peralatan penting dalam aktivitas rigging yaitu memindahkan barang yang sangat berat dan besar dari satu titik ke titik lain.

Jenis Rantai Sling

Berdasarkan bentuk atau fungsinya:

  • Chain drum, yaitu chain sling yang khusus berfungsi untuk mengangkat barang dengan bentuk drum, contohnya drum oli.
  • Chain block, yaitu chain sling yang dirangkai dengan katrol. Alat ini terbagi lagi menjadi banyak jenis berdasarkan macam katrolnya (katrol ganda, tunggal, pancing, dll) serta berdasarkan alat penggeraknya (manual dan elektrik).
  • Endless chain sling, yaitu chain sling tanpa ujung atau hanya ada satu ujung dengan pengait (biasanya master link).

Berdasarkan jumlah kaki:

  • Single leg, chain sling dengan satu kaki.
  • Double leg, chain sling dengan dua kaki.
  • Triple leg, chain sling dengan tiga kaki.
  • Quad leg, chain sling dengan empat kaki.

Berdasarkan grade rantai, yang digunakan khusus untuk kegiatan lifting adalah:

  • Grade 80, paling umum digunakan oleh banyak industri.
  • Grade 100, memiliki kekuatan lebih tinggi dibanding grade 80, hanya dibutuhkan untuk kegiatan super heavy weight lifting.

Metode Lifting Menggunakan Rantai Sling

Ada banyak metode lifting yang dapat digunakan dengan chain sling. Namun wajib diketahui bahwa setiap metode tersebut tentu memiliki konsekuensi yang berbeda-beda. Sederhananya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Contohnya ketika double leg chain sling digunakan untuk mengangkut sebuah barang, akan terbentuk sudut antara chain sling dengan barang yang diangkat. Semakin kecil sudut tersebut, maka semakin rendah kekuatannya. Hasilnya working load limit (WLL)-nya pun semakin rendah.

Selain itu, ada beberapa teknik yang bisa dipakai dalam penggunaan chain sling. Teknik lifting tersebut adalah: straight lift (mengaitkan chain sling langsung ke barang), choke hitch (chain sling dipasang melingkari barang), dan basket hitch (menggunakan endless chain sling untuk melingkari barang). Supaya lebih jelas, bisa lihat gambar di bawah ini.

Setiap chain sling yang asli dan berkualitas akan disertai dengan tabel WLL yang wajib diperhatikan sebelum menggunakan chain sling. Jadi cara paling mudah untuk menentukan metode lifting seperti apa yang paling aman adalah dengan memperhatikan tabel tersebut.

Contoh tabel yang dimaksud adalah seperti di bawah ini. Perlu diingat bahwa ini hanyalah contoh tabel WLL dari salah satu jenis chain sling dengan merk tertentu, sehingga tidak bisa disamaratakan dengan chain sling lain.

Lakukan Pengecekan Rutin Terhadap Rantai Sling

Penting namun sering terlupakan, lakukanlah pengecekan terhadap kondisi chain sling yang Anda miliki. Ada dua pengecekan atau inspeksi yang perlu dilakukan, pertama adalah inspeksi biasa (dilakukan setiap saat sebelum menggunakan alat) dan inspeksi periodik (dilakukan setiap 6 bulan atau 1 tahun sekali dengan metode yang lebih detail).

Pengecekan biasa bisa dilakukan dengan melihat secara kasat mata apakah ada kerusakan pada fisik dari chain sling. Sementara pengecekan periodik dilakukan secara lebih serius yaitu dengan menggunakan alat ukur supaya kerusakan yang tidak terlihat bisa teridentifikasi.

Beberapa kerusakan yang sering terjadi (biasanya pada mata rantai) adalah stretched, bend, twisted link, crack, abrasion, dan lain sebagainya. Lebih jelasnya dapat dilihat pada ilustrasi di bawah ini.

Silahkan kontak PT Velasco Indonesia Persada, distributor rantai sling berkualitas di Jakarta. Kami juga jual alat beragam alat kapal lain seperti alat rigging, wire rope dan aksesoris jangkar kapal dengan pelayanan terbaik. Hubungi (021) 690 530 atau info@velascoindonesia.com. Atau lihat produk kami lainnya di sini.