Dalam dunia pelayaran, pelaut menggunakan jangkar berdasarkan kegunaan dan penempatannya sesuai dengan kondisi perairan, jenis kapal, serta kebutuhan operasional. Jangkar bukan sekadar alat bantu, melainkan alat labuh utama yang memiliki peranan penting dalam menjaga posisi kapal agar tetap aman dan terkendali saat kapal berhenti atau berlabuh.
Jangkar merupakan alat labuh kapal yang dirancang dengan bentuk dan berat khusus, sehingga mampu bekerja secara efektif ketika diturunkan ke dalam air hingga mencapai dasar laut. Saat jangkar diturunkan dan rantai jangkar dibentangkan dengan panjang tertentu, pergerakan kapal akan menjadi sangat terbatas. Pembatasan gerak ini bertujuan untuk menahan kapal agar tidak berpindah posisi dan tetap berada pada titik labuh yang diinginkan.

Prinsip Kerja Jangkar dalam Menahan Gerakan Kapal
Ketika jangkar mencapai dasar laut dan menancap dengan baik, jangkar akan bekerja bersama rantai jangkar untuk menciptakan gaya tahan. Panjang rantai jangkar yang diturunkan sangat berpengaruh terhadap efektivitas penahanan, karena rantai yang cukup panjang dapat menyerap gaya tarik dan guncangan dari kapal.
Gerakan kapal yang perlu ditahan oleh jangkar umumnya disebabkan oleh beberapa faktor utama, yaitu:
1. Dorongan Akibat Arus Air di Bawah Garis Air Kapal
Arus laut yang mengalir di bagian bawah garis air kapal akan memberikan gaya dorong yang cukup besar. Jika tidak ditahan oleh jangkar, arus ini dapat menyebabkan kapal hanyut atau bergeser dari posisi labuhnya.
2. Dorongan Angin terhadap Bagian Kapal di Atas Garis Air
Bagian kapal yang berada di atas garis air memiliki permukaan yang cukup luas dan mudah terdorong oleh angin. Angin kencang dapat memberikan tekanan besar yang mendorong kapal untuk bergerak atau berputar di sekitar titik labuh.
3. Dorongan Akibat Pergerakan Pitching dan Rolling karena Gelombang
Gelombang laut menyebabkan kapal mengalami gerakan pitching (mengangguk) dan rolling (menggeleng). Gerakan ini menimbulkan gaya dinamis yang dapat menarik rantai jangkar dan memengaruhi posisi kapal jika sistem jangkar tidak bekerja secara optimal.

Peran Sistem Jangkar dalam Menahan Dorongan Kapal
Berbagai dorongan tersebut secara umum akan ditahan oleh sistem jangkar kapal yang terdiri dari jangkar, rantai jangkar, serta perlengkapan mesin jangkar. Sistem ini dirancang agar mampu menahan gaya statis maupun dinamis yang bekerja pada kapal saat berlabuh.
Pada kondisi perairan tertentu, seperti arus kuat, angin kencang, atau area labuh yang sempit, sistem jangkar terkadang ditambah dengan tali tambat tambahan (mooring rope). Penggunaan mooring rope ini bertujuan untuk memberikan pengamanan ekstra agar kapal benar-benar tidak berubah posisi dan tetap berada dalam kondisi aman.
Hubungan Jangkar, Rantai Jangkar, dan Mesin Jangkar
Jangkar selalu dirangkaikan dengan rantai jangkar sebagai media penghubung antara jangkar dan kapal. Rantai jangkar ini memiliki kekuatan tinggi dan dirancang untuk menahan beban tarik yang besar. Pergerakan rantai jangkar, baik saat diturunkan maupun dinaikkan, diatur menggunakan mesin jangkar atau anchor windlass.
Mesin jangkar (anchor windlass) biasanya dipasang di bagian depan kapal, tepatnya di forecastle deck. Mesin ini berfungsi untuk:
-
Menurunkan jangkar secara terkendali
-
Mengatur panjang rantai jangkar yang dibentangkan
-
Menarik kembali jangkar dan rantai ke atas kapal
Dengan bantuan anchor windlass, proses penanganan jangkar dapat dilakukan dengan lebih aman, efisien, dan terkontrol oleh awak kapal.
Penggunaan jangkar berdasarkan kegunaan dan penempatannya. Biasanya kapal – kapal besar seperti kapal niaga pelayaran besar ( Ocean Going Ship ) dilengkapi dengan tiga tipe jangkar :
1. Jangkar utama ( Bower Anchor )
Merupakan jangkar utama ( seluruh kapal diatas 250 DWT ) dilengkapi dua buah jangkar haluan yang diposisikan dikiri dan kanan haluan kapal. Jangkar ini digunakan pada saat berlabuh didaerah labuh ( Anchorage Area ). Kedua jangkar tersebut memiliki berat yang sama yang besarnya diatur sesuai dengan ketentuan klasifikasi. Untuk kapal pelayaran besar dilengkapi pula dengan jangkar cadangan, hal ini diperlukan karena apabila salah satu jangkar utama hilang maka untuk penggantian akan lebih mudah. Karena jangkar cadangan memiliki ukuran berat dan bentuk yang sama.
2. Jangkar arus ( Stream Anchor )
Untuk kapal pelayaran besar ( Ocean Going Ship ) ukuran tertentu dilengkapi dengan satu buah jangkar arus yang dipasang dibagian buritan kapal. Jangkar ini digunakan untuk membantu jangkar haluan pada saat berlabuh didaerah yang memiliki arus yang sangat kuat, dan untuk menahan posisi kapal bagian buritan supaya tetap dalam posisinya. Jangkar arus ini ditempatkan digeladak buritan kapal, jangkar arus memiliki berat minimum lebih kurang sepertiga berat jangkar haluan, pada kapal – kapal ukuran besar berat jangkar arus atau buritan sama dengan berat jangkar haluan atau utama.
3. Jangkar Cemat ( Kedges Anchor )
Pada kapal tertentu dilengkapi dengan jangkar cemat yang memiliki berat setengah berat jangkar arus. Jangkar cemat digunakan untuk membebaskan kapal pada saat kapal kandas didasar yang berpasir.
Velasco Indonesia menyediakan berbagai macam jangkar dan peralatan kapal. Untuk melihat berbagai produk peralatan kapal kami, dapat mengunjungi website kami: www.velascoindonesia.com
Baca juga : Alat Kapal Tanker Minyak Apa Sajakah
Jika ada pertanyaan lebih lanjut, silahkan menghubungi kami VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor dan Supplier Anchor Stockless di jakarta dan juga menjual Kenter Shackle, Joining Shackle, Swivel Piece, Anchor Chain, Anchor Shackle, Anchor Stockless dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. Kami juga menjual alat kapal, Lihat produk kami lainnya di sini. Rantai, rigging, wire rope, alat keselamatan kapal, peralatan safety, chemical product Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp (081290808833) atau 021 690 5530. Bisa juga melalui email ke [email protected] atau [email protected] Atau lihat produk kami lainnya di sini.
VELASCO INDONESIA PERSADA juga melakukan pengiriman melalui semua pelabuhan se Indonesia seperti Pelabuhan Krueng Geukueh, Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Teluk Bayur, Pelabuhan Domestik Bandar Sri Junjungan Dumai, Pelabuhan Nongsa, Pelabuhan Tanjung Pandan, Pelabuhan Pulau Baai, Pelabuhan Panjang, Pelabuhan Sunda Kelapa, Pelabuhan Pramuka, Pelabuhan Merak, Pelabuhan Adikarto, Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Benoa, Pelabuhan Gili Trawangan, Pelabuhan Tenau, Pelabuhan Malundung, Pelabuhan Dwikora, Pelabuhan Palangkaraya, Pelabuhan Batu Licin, Pelabuhan Kampung Baru, Pelabuhan Bitung, Pelabuhan Polewali, Pelabuhan Tanjung Mas, Pelabuhan Pantoloan, Pelabuhan Kendari, Pelabuhan Soekarno-Hatta, Pelabuhan Gorontalo, Pelabuhan Yos Soedarso, Pelabuhan Ternate, Pelabuhan Fak-fak, Pelabuhan Jayapura, Pelabuhan Merauke, Pelabuhan Nabire, Pelabuhan Tanjung Api-api, Pelabuhan Laut Jambi.