0
  CONTACT US by WHATSAPP
sistem pelumasan
17
Nov
Sistem Pelumasan – Velasco Distributor Oli Kapal
Nov 17, 2016By Velasco Indonesia

Minyak pelumas pada suatu sistem permesinan berfungsi untuk memperkecil gesekan-gesekan pada permukaan komponen-komponen yang bergerak dan bersinggungan. Selain itu minyak pelumas juga berfungsi sebagai fluida pendinginan pada beberapa motor. Karena dalam hal ini motor diesel yang digunakan termasuk dalam jenis motor dengan kapasitas pelumasan yang besar, maka system pelumasan untuk bagian-bagian atau mekanis motor dibantu dengan pompa pelumas. Sistem ini digunakan untuk mendinginkan dan melumasi engine bearing dan mendinginkan piston.

Pada marine engine lubrication oil system dipengaruhi oleh beberapa kondisi operasi kapal seperti trim, roll & pitching serta list. Acuan regulasi untuk sistem pelumas sama dengan system bahan bakar yaitu section 11 rules volume 3.

sistem pelumasan

Gambar diagram pipa sistem pelumas

Dimana hal-hal yang harus diperhatikan antara lain :

  • – Jika diperlukan pompa denga self priming harus dipakai (section 11 H.1.3)
  • – Filter pelumas diletakkan pada discharge pompa (section 11 H.2.3.1)
  • – Filter utama aliran harus disediakan system control untuk memonitor perbedaan tekanan (section 11.H.2.3.1)
  • – Pompa utama dan independent stand by harus disediakan (section 11 H.2.3.5)

Sistem pelumasan oli didesain untuk menjamin keandalan pelumasan pada over range speed dan selama engine berhenti, dan menjamin perpindahan panas yang berlangsung. Tangki gravitasi minyak lumas dilengkapi dengan overflow pipe menuju drain tank. Lubrication oil filter dirancang di dalam pressure lines pada pompa, ukuran dan kemampuan pompa disesuaikan dengan keperluan engine. Filter harus dapat dibersihkan tanpa menghentika mesin. Untuk itu dapat digunakan filter dupleks atau automatic back flushing filter. Mesin dengan output lebih dari 150 kw dimana supplai pelumas dari engine sump tank dilengkapi dengan simpleks filter dengan alarm pressure dirancang dibelakang filter dan filter dapat dibersihkan selama operasi , untuk keperluan ini sebuah shutt off valve by-pass dengan manual operasi.

Suatu sistem pelumasan mesin yang ideal harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  1.      Memelihara film minyak yang baik pada dinding silinder sehingga mencegah keausan berlebihan pada lapisan silinder, torak dan cincin torak.
  2. Mencegah pelekatan cincin torak.
  3. Merapatkan kompressi dalam silinder.
  4. Tidak meninggalkan endapan carbon pada mahkota dan bagian atas dari torak dan dalam lubang buang serta lubang bilas.
  5. Tidak melapiskan lak pada permukaan torak atau silinder.
  6. Mencegah keausan bantalan
  7. Mencuci bagian dalam mesin
  8.      Tidak membentuk lumpur, menyumbat saluran minyak, tapisan dan saringan, atau meninggalkan endapan dalam pendingin minyak
  9. Dapat digunakan dengan sembarang jenis saringan
  10. Hemat dalam penggunaan.
  11. Memungkinkan selang waktu yang relatif lama antara penggantian.
  12. Memiliki sifat yang bagus pada start dingin.

Prinsip Kerja Sistem Pelumasan

Sistem pelumasan bekerja ketika minyak pelumas dihisap dari lub. oil sump tank oleh pompa bertipe screw atau sentrifugal melalui suction filter dan dialirkan menuju main diesel engine melalui second filter dan lub. oil cooler. Temperatur oil keluar dari cooler secara otomatis dikontrol pada level konstan yang ditentukan untuk memperoleh viskositas yang sesuai dengan yang diinginkan pada inlet main diesel engine. Kemudian lub. oil dialirkan ke main engine bearing dan juga dialirkan kembali ke lub. oil sump tank.