0
  CONTACT US by WHATSAPP
rumput laut sebagai biofuel
19
Sep
Rumput Laut Sebagai Biofuel? Bisa?
Sep 19, 2016By Velasco Indonesia

Rumput laut sebagai biofuel sudah sering diperbincangkan. Produksi rumput laut global per tahunnya sekitar satu juta ton berat kering, yang sebagian besar diolah untuk produk makanan. Nilai ekonomis rumput laut tersebut sekitar US$ 6 miliarpada tahun 2003yang berasal dari budidaya dan tumbuh alami. Produk hidrokoloid dari rumput laut terdiri dari alginat, agar, dan karagenan memiliki nilai ekonomi US$ 585 juta per tahunnya. Kontribusi ekonomis rumput laut sebagai sumber material untuk produksi biofuel dapat diabaikan, walaupun potensinya sebagai bahan baku biofuel telah dikenal dalam beberapa dekade. Saat ini, Cina merupakan negara pemasok rumput laut tertinggi di dunia dari hasil budidaya dan tumbuh alami, yakni masing-masing 72 % dan 28%. Indonesia sendiri di tahun 2006 menyumbang kurang lebih 0,86% dari hasil tumbuh alami dan 6,04% dari hasil budidaya untuk produksi rumput laut dunia. Total produksi rumput laut Indonesia di tahun tersebut mencapai 920.466 ton dan terus mengalami peningkatan. Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan di tahun 2009, produksi rumput laut sekitar 2,8 kali jumlah produksi di tahun 2006 dan merupakan komoditas utama akuakultur Indonesia. Beberapa genus utama rumput laut yang memiliki potensi ekonomis di Indonesia (Gambar 1) adalah Euchema sebagai sumber utama karaginan;Gracilaria danGelidium untuk produksi agar; dan Sargassum untuk produksi alginat.

rumput laut sebagai biofuel

Ekstrak rumput laut tidak mengandung minyak, namun kaya akan karbohidrat yang yang membuat rumput laut sebagai biofuel memungkinkan untuk proses fermentasi etanol, butanol, dan proses untuk menghasilkan biogas.Kandungan karbohidrat total yang terdapat dalam rumput laut dapat mencapai 83%, yang terdiri dari agar, karagenan, selulosa, laminarin, manitol, alginat, fukoidan, dan amilum. Potensi biomasa rumput laut sebagai bahan baku untuk proses konversi menjadi gas metana dilaporkan lebih dari 100 EJ (Exajoule)/tahun atau tiga kali lebih besar daripada sumber biomasa yang lain. Selain itu, biaya untuk proses produksinya sama dengan biaya proses konversi gandum menjadi gas metana.

Rumput laut sebagai biofuel merupakan harapan untuk masa depan kita yang lebih sustainable. Jika rumput laut sebagai biofuel dapat direalisasikan, maka masa depan kita pasti akan lebih maju dan sustainable.