0
  CONTACT US by WHATSAPP
pemeliharaan jangkar
23
Oct
Penanganan dan Pemeliharaan Jangkar
Oct 23, 2016By Velasco Indonesia

Pemeliharaan jangkar, rantai jangkar dapat dilakukan pada saat kapal naik dok maupun dalam pelayaran. Pekerjaan yang harus dilakukan pada kegiatan ini antara lain dapat disusun sebagai berikut :

pemeliharaan jangkar
Waktu Kapal Berlayar
Sebelum kapal berlayar tentu pekerjaan pemeliharaan jangkar terlebih dahulu dilakukan, rantai jangkar yang bergerak akan masuk diceruk rantai bersamaan itu dilakukan pencucian rantai jangkar dan jangkar dari kotoran lumpur. Setelah kapal meninggalkan pelabuhan dan berada dilaut yang cukup bebas, maka jangkar dan peralatannya dilakukan pengamanan antara lain :
1. Jangkar dikencangkan, derek jangkar dalam kedudukan bekerja (kopling terhubung),
2. Band rem dikencangkan,
3. Ulup sebelah atas (di dek) ditutup,
4. dan pekerjaan pemeriksaan lainnya.

Apabila kapal akan tiba disuatu pelabuhan lakukan pekerjaan sebagai berikut :
1. Pemeriksaan salah satu dari kedua jangkar yang akan digunakan maka jangkar siap dilego,
2. Dilanjutkan persiapan dan pemeriksaan kebalikan seperti pada waktu berangkat, sepoerti melakukan uji coba dan pemanasan seluruh peralatan Takal Dasar.
Kapal Berada di Dok
Pemeriksaan dan perawatan takal dasar total dapat dilakukan adalah pada waktu kapal naik dok. Bagian-bagianyang rusak atau mengalami keausan harus segera diperbaiki atau diganti.
Cara melakukan pemeliharaan jangkar adalah sebagai berikut :
a. Jangkar, rantai jangkar diturunkan/dikeluarkan dari ceruk rantai, periksa dan ketok karatnya kemudian dicat dengan black varnis
b. Bak rantai/ceruk rantai dibersihkan dan diketok kemudian di cat dengan black varnis,

Khusus untuk rantai jangkar perlu diperhatikan bahwa agar supaya rantai jangkar terpakai dengan merata maka perlu diadakan pemindahan rantai jangkar secara bergantian seperti penjelasan dibawah ini.
Rantai jangkar segel pertama dipindah ke segel yang terakhir dengan demikian maka kedudukan/susunan segel adalah sebagai berikut :
1. Rantai segel kedua menjadi segel yang pertama, disusul rantai angkar segel ketiga menjadi segel kedua dan segel rantai jangkar yang pertama menjadi segel yang terakhir (misal naik dok yang pertama),
2. Satu tahun kemudian kapal naik dok yang kedua, diadakan pertukaran rantai jangkar lagi yaitu rantai jangkar ketiga menjadi segel yang pertama, segel rantai jangkar kedua menjadi segel rantai jangkar yang terakhir,
3. Jika kapal mempunyai jumlah rantai jangkar 10 segel maka kapal naik dok yang ke 10 rantai jangkar telah merata dipindahkan yang akhirnya segel yang pertama dipindahkan ke segel terakhir itu akan kembali lagi posisinya disegel yang pertama,
4. Perlu diperhatikan jangan sekali-kali dilakukan hanya memutarkan kedudukan rantai, sehingga segel yang pertama menjadi segel rantai yang terakhir dan segel yang terakhir menjadi segel rantai yang pertama, itu tidak benar.