0
  CONTACT US by WHATSAPP
Pemeriksaan Safety Body Harness
22
Jul
Pemeriksaan Safety Body Harness
Jul 22, 2017By Velasco Indonesia

Di banyak negara, terjatuh saat bekerja di ketinggian masih menjadi penyebab terjadinya kecelakaan serius dan fatal di tempat kerja. Di Amerika, lebih dari 100.000 pekerja mengalami cedera dan kematian karena jatuh dari ketinggian setiap tahunnya. Boston-based Liberty Mutual juga mengungkapkan, perusahaan harus memberikan kompensasi kepada pekerja sebesar $1 miliar atau sekitar 132 triliun setiap minggunya. Maka dari itu pemeriksaan safety body harness sangat penting.

Pemeriksaan Safety Body Harness

Salah satu faktor penyebab tingginya angka kecelakaan tersebut adalah pemeriksaan pada full body harness. Ada beberapa poin penting lainnya yang perlu Anda pahami mengenai hal-hal yang menyebabkan pekerja masih mengalami kecelakaan saat bekerja di ketinggian padahal sudah mengenakan full body harness. Pemeriksaan Safety Body Harness:

  • Kondisi material peralatan pelindung jatuh semakin memburuk karena penggunaan dan paparan di area kerja selama bertahun-tahun, terlepas dari merek dan/atau produsen yang dipilih.
  • Peralatan pelindung jatuh tidak diperiksa secara rutin sehingga kerusakan pada alat tidak diketahui pekerja.
  • Pekerja salah menggunakan peralatan pelindung jatuh atau pelindung jatuh yang dipakai tidak sesuai potensi bahaya akibat kurangnya pelatihan.
  • Peralatan pelindung jatuh yang digunakan tidak memenuhi standar keamanan, seperti OSHA 1926.502, ANSI Z359, CSA Z259.12-11, EN 361, EN 358, dan EN 813.

1. Pemeriksaan safety body harness bagian webbing

Webbing atau tali berfungsi untuk menahan tubuh saat terjatuh. Anda dapat melakukan pemeriksaan secara visual atau dengan cara memegang webbing. Pastikan tidak ada kerusakan atau tanda-tanda seperti koyak, berserabut, kerusakan pada jahitan, perubahan warna pada jahitan, dan berjamur.

2. Pemeriksaan buckle

Pastikan buckle (logam pengunci) tidak retak, tidak bengkok, tidak berkarat, dan dapat mengunci dengan sempurna. Jangan gunakan full body harness bila terdapat kerusakan pada buckle.

3. Pemeriksaan D-Ring

Pastikan kondisi ring tidak mengalami kerusakan seperti retak, bengkok, atau berkarat. Bila Anda menemukan keadaan ring yang tidak normal, jangan sekalipun menyepelekannya. Hal ini dikarenakan D-ring merupakan satu-satunya bagian yang akan menahan hentakan saat pekerja terjatuh.

4. Pemeriksaan masa kedaluwarsa full body harness

Setiap full body harness memiliki tag yang memuat informasi mengenai model harness, tanggal produksi, nama produsen, masa kedaluwarsa hingga peringatan. Cek tag untuk mengetahui tanggal produksi dan masa kedaluwarsa full body harness. Perihal masa kedaluwarsa, OSHA dan ANSI menyerahkannya kepada produsen, mereka biasanya menetapkan masa kedaluwarsa selama 5 tahun terhitung dari full body harnesspertama kali digunakan.

Di luar hal tersebut, bila ada kerusakan pada full body harness atau saat inspeksi diputuskan bahwa full body harness tidak aman lagi digunakan dalam jangka waktu kurang dari 5 tahun, itu artinya alat pelindung jatuh harus segera diganti. Jadi, Anda tidak perlu menunggu selama 5 tahun untuk mengganti full body harness bila telah terjadi kerusakan atau full body harness sudah tidak layak lagi dalam memberikan perlindungan terhadap bahaya jatuh.

Velasco Indonesia menjual berbagai peralatan keselamatan. Untuk mengetahui berbagai produk kami, kunjungi www.velascoindonesia.com

Jika ada pertanyaan lebih lanjut, dapat menghubungi kami di email cso@velascoindonesia.com