0
  CONTACT US by WHATSAPP
oli mesin kapal
20
Nov
Oli Mesin Kapal, yang harus anda ketahui
Nov 20, 2016By Velasco Indonesia

Artikel ini akan membahas mengenai oli mesin kapal. Oli mesin kapal, apa yang harus anda ketahui?

oli mesin kapal

Total Base Number ( TBN )

Untuk memahami TBN ini perlu lebih dulu mengetahui tentang kandungan belerang bahan bakar. Pada umumnya bahan bakar diesel mengandung sejumlah kadar belerang. Banyak sedikitnya tergantung dari seberapa banyak kandungan belerang yang ada dalam minyak mentah hasil proses awalnya dan/atau kemampuan pabrik penyulingan memisahkannya. Salah satu fungsi dari oli mesin kapal adalah menetralkan sisa-sisa belerang, seperti asam sulfurous dan asam sulfuric, karenanya menahan pengrusakan korosif pada mesin. Bahan additive dalam oli mengandung campuran alkalin yang diformulasikan guna menetralkan asam-asam itu. Kadar kandungan alkalin dalam oli itulah yang dikenal sebagai TBN – nya . secara umum, lebih tinggi nilai TBN, lebih besar kandungan alkalin atau kemampuan penetral asam dalam oli mesin kapal.

Kekentalan

Kekentalan merupakan salah satu unsure kandungan oli yang sangat rawan. Masalahnya berkaitan dengan ketebalan oli mesin kapal atau seberapa besar resistensinya untuk mengalir. Kekentalan oli langsung berkaitan dengan sejauh mana oli berfungsi sebagai pelumas sekaligus pelindung benturan antar permukaan logam.
Tanpa mengabaikan temperature ambient atau temperature mesin itu sendiri, oli harus mengalir secara cukup agar menjamin pemasoknya ke komponen-komponen yang bergerak.
Oli mesin kapal yang lebih kental akan memberikan lapisan yang lebih tebal. Lapisan halus pada oli yang lebih tebal memberi kemampuan ekstra untuk menyapu atau membersihkan permukaan-permukaan logam yang terlumasi. Sebaliknya, oli yang terlampau tebal pun akan memberikan resistensi yang berlebih untuk mengalirkan oli pada temperature rendah sehingga mengganggu jalannya pelumasan ke komponen-komponen yang memerlukannya. Oleh karena itu adalah penting bahwa oli harus memiliki kekentalan yang tepat baik pada temperature tinggi ataupun pada temperature terendah sewaktu mesin dioperasikan.
Oli mesin kapal menjadi encer manakala temperature meninggi. Ukuran tingkat penipisan inilah yang disebut ‘index’ kekentalan oli atau VI ( Viscosity Index).
Ditemukan teknik penyulingan mutakhir serta perkembangannya bahan-bahan additive khusus berhasil menyempurnakan index kekentalan oli dalam memperlambat proses pengenceran oli.
System klasifikasi oli standard dari SAE ( Society of Automotive Engineers ) mengelompokan oli sesuai kualitasnya ( yaitu berdasarkan urutan abjad, seperti CD) dan sesuai kekentalannya ( yaitu berdasarkan angka ).

Kejernihan

Pengoperasian mesin secara normal mengakibatkan timbulnya bermacam-macam contamination – mulai dari partikel logam renik sampai bahan kimia korosif. Jika oli mesin tidak terjaga kebersihannya melalui penyaringan, mak kontaminasi akan terbawa ke mesin bersama oli.
Saringan oli dirancang guna memisahkan debu-debu yang merusak pada system pelumasan. Pemasangan filter yang cepat rusak dapat mengakibatkan terjadinya menyumbatan pada filter. Filter yang tersumbat tentu akan menyebabkan katup lintasan kemasukan oli yang tidak tersaring. Semua partikel debu di dalam oli akan ikut mengalir ke mesin. Jika katup lintasan tetap terbuka, parikel-partikel yang semula terperangkap oleh filter akhirnya dapat lolos melewati katup lintasan yang terbuka itu.
Penyubatan filter dapat pula mengakibatkan distorsi atau pada pengeliatan elemen-elemen. Hal ini terjadi jika perbedaan tekanan antara elemen filter bagian luar dengan bagian dalam meningkat. Distorsi terus berkembang merontokan atau melelehkan kertas penyekat. Dengan demikian memungkinkan debu-debu kotoran mengalir memasuki mesin yang dapat merusakkan komponen-komponennya.

Kontaminasi & Degradasi

Kontaminasi

Kontaminasi berkaitan dengan adanya benda-benda asing atau partikel pencemar didalam oli. Ada 8 macam benda pencemar yang biasa terdapat pada oli yang terkontaminasi.

1) Keausan elemen

Keausan elemen berhubungan dengan adanya beberapa elemen yang menunjukan terjadinya komponen yang aus. Elemen-elemen yang aus dapat terdiri : tembaga, besi, chromium, aluminium, timah, molybdenum, silicon, nikel atau magnesium.

2) Kotoran dan jelaga.

Kotoran dapat masuk ke dalam oli melalui hembusan udara yang masuk lewat sela-sela ring dan melalui sela-sela lapisan oli tipis kemudian merambat menuruni dinding silinder. Jelaga timbul dari bahan bakar yang tidak habis terbakar. Kepulan asap hitam serta kotornya filter udara menandai terjadinya jelaga.

3) Bahan bakar

4) Air

Air merupakan produk sampingan dari pemmbakaran dan biasanya terjadi melalui timbunan gas buang. Air dapat memadat di bak engkol (crankcase) ketika temperature operasional mesin kurang memadai.

5) Ethylene glycol / antibeku

6) Produk-produk belerang/asam

7) Produk-produk oksidasi
Produk oksidasi mengakibatkan oli bertambah kental. Daya meningkat oleh tingginya temperature udara masuk.

8) Produk-produk Nitrasi