0
  CONTACT US by WHATSAPP
oli kapal
20
Nov
Oli Berpengaruh Terhadap Mesin
Nov 20, 2016By Velasco Indonesia

Kemacetan pada bearing, ring piston yang lekat dan pemakaian oli yang boros adalah gejala – gejala klasik terjadinya kerusakan mesin. Oli berpengaruh terhadap mesin. Bagaimana cara mencegahnya ? Ada beberapa cara, dan tiga diantaranya yang terpenting adalah Program Pemeriksaan Oli Berkala ( S*O*S ). System pelumasan dengan Rawatan Teratur dan Penggunaan Bahan Pelumas yang Tepat.

Oli berpengaruh terhadap mesin

Berdasarkan patokan – patokan diatas dapat dianalisis perbedaan antara pemakaian oli penyebab kemacetan mesin dengan keuntungan pengoperasian mesin yang produktif dan awet. Dalam artikel ini diuraikan tentang seluk beluk oli pelumas : komposisi apa saja dan apa fungsi dari masing-masing komposisi itu, bagaimana cara mengamati ada / tidaknya kontaminasi atau degradasi, konsekuensi yang dapat terjadi, serta berbagai cara pencegahan guna melindungi mesin anda terhadap kerusakan akibat penggunaan oli yang salah. Oli berpengaruh terhadap mesin.

Fungsi Oli

Oli berpengaruh terhadap mesin. Oli mesin mengandung berbagai fungsi dasar yang memadai sebagai bahan pelumas. Fungsinya adalah untuk tetap menjaga agar mesin berjalan mulus dan bebas dari gangguan tahi besi atau pengkaratan. Oli berfungsi sebagai pendingin sekaligus sebagai penyekat.
Oli berpengaruh terhadap mesin. Oli juga mengandung lapisan tipis halus yang berfungsi menjaga terjadinya benturan logam dengan logam sekecil mungkin, mencegah terjadinya goresan sertakeausan. Itu semua barulah fungsi dasar oli. Untuk suatu keperluan tertentu pada aplikasi khusus dengan kondisi tertentu, oli dituntut memiliki sejumlah fungsi-fungsi tambahan. Dan karena sangat penting untuk memakai oli yang tepat dalam melaksanakan pekerjaan.
Memilih oli pelumas yang cocok haruslah didasarkan kepada kapasitas unjuk kerja mesin., aplikasinya serta kualitas bahan bakar yang dipakai. Mesin diesel, misalnya, secara normal beroperasi pada kecepatan rendah, tetapi temperaturenya lebih tinggi dari mesin dari mesin berbahan bakar bensin, karenanya memiliki kondisi kondusif lebih besar yang dapat menimbulkan oksidasi oli, penumpukan deposit dan perkaratan pada logam-logam bearing. Pada kondisi demikian, oli diharapkan memiliki fungsi-fungsi tambahan. Disinilah perlunya tambahan bahan aditif pada oli.
Karakteristik fungsi akhir dari oli tergantung pada kandungan bahan dasar dan bahan aditifnya. Jumlah serta jenis bahan aditif yang dipakai juga bisa bermacam-macam tergantung oli dasarnya dan kondisi lingkungan dimana oli digunakan.

Kandungan Oli

Pelumasan oli bermula dari oli dasar. Oli dasar adalah oli mineral yang terdiri dari kebutuhan dasar pelumasan bagi suatu mesin. Meskipun demikian, jika dicampur bahan penguat, oli dasar dapat mengalami degradasi serta deteriorasi . Tergantung dari jenis oli dasarnya, berbagai macam bahan aditif kimiawi yang digunakan seperti paraffinic, naphtanic atau campuran (terdiri dari bermacam-macam unsur tersebut).

Bahan Aditif

Bahan additive fungsinya memperkuat atau memodifikasi unsur-unsur tertentu dari oli dasar. Pada akhirnya bahan aditif ini mampu membuat oli berfungsi sesuai kebutuhannya melebihi kemampuan dari oli dasar.
Bahan aditif yang paling sering dipakai adalah detergen, inhibitor atau penahan oksidasi, dispersant, unsure-unsur alkalin, unsure-unsur anti aus, pour-point dispersant serta bahan-bahan pengental. Berikut ini secara singkat diuraikan apa dan bagaimana masing-masing bahan additive itu berfungsi.
– Detergen membantu menjaga kebersihan mesin melalui reaksi kimiawi dengan bahan-bahan oksidasi untuk mencegah pembentukan dan penumpukan “gumpalan” yang sulit terurai.
– Inhibitor Oksidasi membantu menahan peningkatan kekentalan, berkembangnya asam organic serta pembentukan zat-zatr karbonat.
– Dispersant membantu mencegah pembentukan lumpur melalui pencemar-pencemar dispersing dan menjaganya sebelum terjadi hal-hal tak menentu.
– Unsure-unsur alkalin membantu menetralkan asam. Unsure-unsur anti aus mengurangi pergeseran dengan membentuk lapisan tipis diatas permukaan logam.
– Dispersant pour-point menjaga aliran oli agar tetap bertemperature rendah dengan mencegah pengembangan serta penggumpalan kristal-kristal lilin.