0
  CONTACT US by WHATSAPP
misteri laut
18
Dec
Misteri Laut paling Mencengangkan
Dec 18, 2016By Velasco Indonesia

Kita mungkin tak sadar, sekitar 70 persen permukaan planet ini berupa badan air, termasuk lautan dan samudera. Banyak sekali misteri laut yang belum terpecahkan.

Walaupun menjadi bagian terbesar di permukaan, masih sedikit yang diketahui manusia tentang laut dan samudera. Para ilmuwan sekalipun terus berusaha menguak misteri laut.

Dikutip dari Live Science pada Kamis (9/6/2016), masih lebih banyak yang diketahui manusia tentang permukaan Bulan daripada dalamnya lautan.

Ada 12 orang yang pernah menjejakkan kaki di permukaan Bulan, tapi hanya 3 orang yang pernah menyambangi Celah Mariana yang merupakan bagian terdalam samudera, sedalam kira-kira 11 km.

Menyambut Hari Samudera Dunia, berikut ini adalah sejumlah temuan paling aneh dari kedalaman lautan:

1. Ada kehidupan misterius di sana

Sekitar 94 persen kehidupan di Bumi berada dalam air, tapi sekitar dua pertiga kehidupan laut masih belum dikenal. Spesies-spesies baru terus bermunculan, menambah pertanyaan tentang kehidupan laut.

Tahun ini, Top 10 Spesies Baru dalam daftar tahunan terbitan SUNY College of Environmental Science and Forestry (ESF) mencakup suatu spesies naga laut berwarna merah menyala yang belum pernah ditemukan sebelumnya — walaupun hidup di perairan cukup dangkal di sebelah barat lepas pantai Australia.

Temuan-temuan lain termasuk ikan yang mungkin paling jelek sedunia, hewan hantu berkaki delapan, dan hiu “ninja” dengan kepala yang berpendar.

2. Suara seram dari kedalaman

Misteri laut lainnya adalah suara seram dari kedalaman. Bukan hanya flora dan fauna samudera yang menjadi misteri bagi para ilmuwan. Ada beberapa suara berasal dari kedalaman laut yang belum bisa dijelaskan secara pasti oleh para ahli.

“The Bloop” sepertinya menjadi suara bawah air paling terkenal yang ditangkap pada 1997 oleh alat hidrofon milik National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Suara itu terhitung sebagai salah satu suara paling kuat yang pernah terekam. Derau itu sendiri konsisten dengan gempa es bawah air (ketika gunung es ambrol), tidak ada yang tahu apa yang membuat suara itu.

Karena Bloop mirip dengan suara hewan laut, banyak orang yang dengan berguyon mengkaitkan suara itu dengan derau Cthulhu, suatu monster fiktif setengah gurita ciptaan penulis fiksi ilmiah (sci-fi) H.P. Lovecraft pada 1928.

Volume suara The Bloop terlalu kencang jika memang dihasilkan oleh makhluk laut apapun yang sudah dikenal para ilmuwan, tapi memang masih banyak makhluk belum dikenal di bawah sana.