0
  CONTACT US by WHATSAPP
metode pemancingan destruktif
03
Sep
Metode Pemancingan Destruktif yang Harus Dihindari
Sep 03, 2016By Velasco Indonesia

Jika beberapa hari ke belakang kita telah membahas metode pemancingan ikan komersil, pada hari ini kita akan membahas metode pemancingan destruktif yang berbeda. Metode pemancingan destruktif di bawah ini merupakan metode-metode yang ilegal dan tidak boleh dilakukan karena merusak biota dan lingkungan laut. Padahal, semua metode penangkapan ikan seharusnya bersifat sustainable – jangan sampai kita menangkap berton-ton ikan hari ini, tetapi besok seluruh ikan tersebut habis.

Bottom trawling

Salah satu metode pemancingan destruktif yang paling merusak lingkungan adalah bottom trawling, di mana digunakan jala berukuran sangat besar yang diberi pemberat dan diseret sepanjang dasar laut. Metode ini dapat menangkap banyak ikan, tetapi dalam prosesnya merusak seluruh benda yang dilewati jala tersebut akibat beratnya, dari ikan hingga terumbu karang. Banyak spesies yang tidak termasuk spesies komersil ikut tertangkap dan akhirnya dilepaskan kembali kelaut, seringnya dalam keadaan sudah mati. Kelebihan tangkapan yang seperti ini, disebut bycatch, dapat mencapai 80-90% dari total tangkapan.

Bottom trawling khususnya berbahaya bagi ekosistem dasar laut dalam. Biota laut di laut dalam terbiasa hidup di kondisi ekstrim sehingga pertumbuhannya sangat lambat, memiliki umur panjang, dan usia reproduksinya cukup tua. Bottom trawling sangat mengancam keberlangsungan spesies-spesies ini.

Racun dan Peledak

Racun dapat digunakan untuk membunuh atau melumpuhkan ikan, misalnya sianida. Di beberapa daerah, penggunaan racun untuk penangkapan ikan merupakan hal yang telah turun-temurun, tetapi belakangan ini semakin destruktif dan membahayakan lingkungan laut sekitarnya karena bahan racun yang tadinya banyak berasal dari tumbuhan semakin digantikan oleh bahan kimia.

Peledak dapat digunakan untuk menangkap ikan tetapi ia tidak hanya membunuh ikan target, melainkan juga binatang-binatang lain yang tidak perlu ditangkap dan lingkungan sekitarnya. Sebuah peledak dapat menghancurkan 10-20 meter persegi lantai laut dan menciptakan kawah besar.

metode pemancingan destruktif

metode pemancingan destruktif

Ghost Fishing

Ghost fishing adalah istilah yang digunakan untuk fenomena di mana jala-jala atau perangkat lain yang digunakan untuk menangkap ikan yang dibuang ke laut karena sebab-sebab tertentu, misalnya sudah tidak digunakan lagi, terus membahayakan biota laut. Ikan-ikan atau binatang laut lainnya, termasuk mamalia laut seperti paus dan lumba-lumba, dapat terperangkap alat-alat tersebut dan akhirnya mati kelelahan berusaha keluar. Masalah ini semakin berat karena belakangan ini peralatan untuk menangkap ikan banyak terbuat dari bahan sintetik yang tahan lama.

Inilah metode metode pemancingan destruktif yang harus kita hindari dan cegah untuk menjaga laut kita.