0
  CONTACT US by WHATSAPP
mengenali kontaminasi oli
20
Nov
Mengenali Kontaminasi Oli – Velasco Distributor Oli
Nov 20, 2016By Velasco Indonesia
Mengenali kontaminasi oli – Program S.O.S. mengidentifikasi dan mengukur berbagai partikel pencemar di dalam oli yang mengakibatkan kerusakan mesin. Kita harus mengenali kontaminasi oli. Misalnya adanya konsentrasi tinggi kandungan tembaga menunjukan “ thrust washer” atau keausan bushing.
Konsentrasi tinggi chromium menunjukan kerusakan pada ring piston ( terkecuali pada ring-ring yang berlapis plasma) Ini adalah beberapa contoh kita mengenali kontaminasi oli.
Jadi S.O.S. memberi peluang kepada kita untuk meneliti kondisi masing-masing komponen itu dan, jika perlu, mengambil tindakan untuk mencegah kerusakan lebih parah. Berikut ini beberapa contoh partikel pencemar yang dapat terjadi dan apa akibat yang ditimbulkannya pada kondisi mesin anda. Anda harus mengenali kontaminasi oli:
mengenali kontaminasi oli
Penyebab : Silikon
Akibat : ukuran silicon diatas normal menunjukan adanya problerm besar. Oli yang mengandung silicon dapat mengakibatkan timbul gumpalan pengikis yang akan mengikis permukaan logam sejumlah komponen selama mesin beroperasi.
Penyebab : Sodium
Akibat : Peningkatan sodium secara tiba-tiba dapat mengakibatkan kebocoran pada inhibitor dari system pendinginan. Inhibitor mungkin menunjukan antibeku didalam system yang akan menyebabkan oli menjadi encer dan berlumpur dan selanjutnya menimbulkan regangan pada ring piston serta sumbatan pada filter.
Penyebab : Silikon, Chromium, Besi
Akibat : Perpaduan dari masuknya gejala-gejala kotoran ini melewati system iduksi, dapat dipakai sebagai petunjuk adanya keausan pada ring dan liner.
Penyebab : Silikon, Besi, Head, Aluminium
Akibat : Kombinasi partikel ini menunjukan terjadinya pengotoran dalam porsi rendah pada mesin dan dapat dipakai sebagai petunjuk adanya keausan pada poros engkol (crankshaft) dan bearing.
Penyebab : Aluminium
Akibat : Boleh jadi kritis. Konsentrasi kandungan aluminium mengarah ke keausan bearing. Meskipun relative kecil peningkatan kandungan elemen ini harus segera diperhatikan, sebab sekali keausan menggerogoti crankshaft akan menimbulkan partikel logam dalam jumlah besar yang terperangkap pada filter oli.
Penyebab : Besi
Akibat : Besi dapat berasal dari berbagai sumber. Besi bisa berubah menjadi karat begitu mesin disimpan. Seringkali apabila diikuti dengan kelalaian mengontrol oli, peningkatan kontaminasi besi akan memperburuk keausan liner.
Penyebab : Jelaga
Akibat : Kandungan jelaga dalam kadar tinggi biasanya tidak langsung menyebabkan kerusakan mesin, tetapi partikel ini tidak mudah terurai, sehingga dapat menyumbat filter oli dan menyusutkan bahan additive dispersant. Jelaga terlihat pada terjadinya akselerasi kotoran dari gumpalan asap akibat penyetelan kurang pas. Hal ini juga menunjukan pemakaian bahan bakar berkualitas rendah.
Penyebab : Produk-produk Oksidasi
Akibat : Oksidasi merupakan reaksi kimiawi antara oli dan oksigen, sama seperti pengkaratan akibat reaksi kimiawi antara besi dan oksigen. Proses oksidasi oli terkendali oleh bahan additive penahan oksidasi. Tetapi oksidasi dapat pula terjadi kapan saja jika oli berhubungan dengan udara.
Pengoksidasian timbul dari unsure-unsur dalam gas pembakaran pada mesin diesel, tinggi rendahnya temperature, serta partikel-partikel pencemar tertentu (seperti tembaga dan glycol) sehingga menimbulkan oksidasi. Meningkatnya proses oksidasi oli menurunkan daya pelumasan oli, akibatnya oli akan mengental, membentuk asam organic, menyumbat filter dan pada akhirnya meregangkan ring, menumpukan deposit serta lapisan lain pada piston.
Penyebab : Produk-produk Nitrasi
Akibat : Nitrasi terjadi di semua jenis mesin dan menjadi problema besar terutama pada mesin berbahan bakar gas alam. Bahan-bahan campuran nitrogen berasal dari proses pembakaran, oli menjadi encer, kehilangan daya pelumasan dan cenderung menimbulkan sumbatan pada filter, penumpukan deposit dalam jumlah besar serta lapisan-lapisan tertentu.
Penyebab : Air
Akibat : Air yang tercemar dengan oli akan membentuk emulsi yang akan menyumbat filter. Air dan oli dapat pula membentuk asam penggerogot logam yang berbahaya. Pada kebanyakan kontaminasi air mengakibatkan pemampatan di dalam bak engkol. Kontaminasi lebih gawat lagi terjadi jika ada kebocoran pada system pendinginan yang mengakibatkan air masuk kebagian luar system oli mesin.
Penyebab : Bahan Bakar
Akibat : Kontaminasi bahan bakar menurunkan kadar kandungan pelumasan oli. Oli tidak lagi memiliki lapisan penguat yang dibutuhkan untuk memperkuat ketahanan gesekan logam ke logam. Akibatnya dapat merusakan bearing dan melonggarkan piston.
Penyebab : Belerang
Akibat : Adanya belerang menandakan bahaya terhadap semua komponen mesin. Jenis keausan korosif akibat kandungan belerang yang tinggi dapat menyebabkan pemakaian oli yang boros. Juga lebih banyak pemakaian bahan bakar selama interval penggantian oli, lebih besar jumlah kandungan belerang yang membentuk asam. Karena itu, jika mesin beroperasi dengan beban berat harus lebih sering diperiksa. Begitupun TBN nya harus seseringmungkin di check. Pencemaran belerang bahan bakar dapat menimbulkan regangan pada ring piston, dan keausan korosif pada permukaan logam dari tankai katup, ring piston serta liner.

 

Kondisi pengoperasian mesin juga berperan besar terhadap jenis dan tingkat kontaminasi pada oli. Misanya saja suasana yang kering dapat berpengaruh terhadap kadar silicon. Contoh lain misalnya mesin yang menganggur pada suatu saat dalam jangka waktu lama. Liner pada mesin akan cepat berkarat secara luar biasa. Contoh oli akan memperlihatkan kadar kandungan besi yang tinggi. Jadi dengan mengenali kontaminasi oli anda dapat menjaga agar kapal anda bekerja dengan lebih baik.