0
  CONTACT US by WHATSAPP
anchoring-procedures
13
Nov
Memilih Tempat Menjangkar Kapal
Nov 13, 2016By Velasco Indonesia
Menjangkar kapal dilakukan oleh semua kapal saat berhenti. Cara untuk memberhentikan sebuah kapal pastilah dengan menggunakan jangkar sehingga mengetahui cara memilih jangkar ditempatkan sangatlah penting. Bagaimana cara untuk memilih tempat menjangkar kapal? Cara untuk memilih tempat menjangkar kapal akan dijelaskan dalam artikel ini.
Cara memilih tempat menjangkar kapal:
memilih tempat menjangkar kapal
1. Gunakan peta dan pandangan anda untuk memilih lokasi yang baik. Peta anda seharusnya memberitahu anda kedalaman air dan catatan setiap lokasi penurunan jangkar yang telah ditunjuk. Cobalah cari lokasi dengan dasar laut datar yang sesuai dengan jenis jangkar anda (lunak dan bebas rerumputan biasanya lokasi yang paling baik). Hindari daerah dengan arus yang kuat atau daerah rentah terhadap cuaca, terutama saat bermalam.

  • Jika anda bertujuan untuk mencari lokasi mancing atau daerah spesifik lainnya, ingatlah lokasi jangkar sebaiknya sesuai arah angin terhadap daerah tujuan kapal anda.
2. Ukur kedalaman lokasi dan periksa ruangan yang tersedia. Ukur kedalaman tempat yang dipilih dan dikalikan 7, ini adalah ukuran kasar seberapa jauh kapal anda akan hanyut dari jangkar anda. Jika ada perubahan arus atau angin, kapal anda dapat berayun ke sisi lain dari jangkar. Pastikan kapal anda memiliki ruangan yang cukup pada semua arah. “Jangan” menjangkarkan kapal anda dimana radius ayunannya akan memotong kapal lain.

  • Jangan pernah menganggap kapal lain memiliki panjang jalur jangkar (atau “tunggangan jangkar”) yang sama dengan anda, atau menganggap mereka akan hanyut dengan arah yang sama. Tanyalah pemilik kapal lain dimana jangkar mereka dijatuhkan dan berapa panjang tunggangannya jika anda tidak yakin.
  • Petunjuk di bawah akan memberi anda petunjuk pasti untuk menentukan panjang dari jalur jangkar anda.

3. Periksa informasi cuaca dan pasang. Anda sebaiknya mengetahui waktu pasang selanjutnya dan tingkat ketinggian air antara pasang dan surut, sehingga anda tidak terjebak. Jika anda tinggal lebih lama dari satu atau dua jam, anda sebaiknya memeriksa prakiraan cuaca sehingga anda siap untuk adanya angin kencang atau badai.

4. Pertimbangkan jangkar yang digunakan. Seharusnya anda sekarang telah memiliki ide yang bagus tentang sifat dari lokasi anda. Jika anda mengira ada angin kencang atau ombak kuat, atau jika jangkar anda melonggar akibat benturan, anda sebaiknya memakai jangkar badai berat dengan daya cengkeram yang sangat bagus. Untuk kebanyakan situasi, jangkar biasa atau jangkar ringan “jangkar makan siang anda akan cukup.

  • Lihat “Selecting an Anchor” untuk informasi lebih lanjut.
  • Dalam keadaan berat, anda mungkin perlu menggunakan sebuah jangkar pada haluan dan sebuah lagi pada buritan. “Hanya” lakukan ini jika kapal-kapal terdekat menggunakan metode ini, karena kapal yang menggunakan satu atau dua jangkar akan berayun dengan jarak berbeda dan mudah saling menyangkutkan jalur masing-masing.Dekati dengan perlahan tempat yang sudah dikonfirmasi dari berlawanan arah angin dan berhenti ketika di atasnya. Ketika anda berhenti, arus atau angin akan mendorong anda mundur secara perlahan dari lokasi tersebut. Inilah saatnya anda sebaiknya menjatuhkan jangkarnya.
    • Jika air sedang tenang, anda mungkin perlu jurumudi untuk membalikkan mesinnya pada kecepatan tidak bergerak. Lebih baik untuk memakai bahasa isyarat untuk “mulai”, “stop”, “tambah tenaga”, dan “kurangi tenaga”, daripada mencoba untuk berteriak melintasi kapal.
5. Tentukan seberapa banyak tali yang dilepas dan pakulah pada titik tersebut. Sebelum anda menjatuhkan jangkar, tentukan seberapa banyak tali atau “tunggangan” yang akan anda butuhkan, lalu gunakanlah sebuah paku penghalang untuk mengikatnya pada jarak tersebut. Kata “jangkauan” berkenaan pada rasio antara panjang tunggangan anda dan jarak dari haluan ke dasar laut. Penghitungan praktis adalah jangkauan setidaknya 7:1 untuk tunggangan tali, atau 5:1 untuk tunggangan lebih berat yang semuanya rantai. Tingkatkan jangkauan hingga 10:1 atau lebih untuk kondisi badai atau jika jangkar anda terus menerus lepas (tidak tersangkut) di dasar laut. Semakin jauh jangkauan maka semakin dekat ke horizontal tunggangan anda, dan semakin kencang anda akan terjangkar.

  • Ukur dari haluan, bukan dari permukaan air. Jika kedalaman air adalah 10 kaki (3m), dan haluan anda adalah 4 kaki (1,2m) di atas permukaan air, maka total kedalamannya adalah 14 kaki (4,2m). Jangkauan khas dari 7:1 akan membutuhkan 14×7 = 98 kaki panjang tunggangan (4.2 x 7 = 29.4 m).
  • Konsul pada pemandu tali untuk pelaut atau tuntunan online jika anda tidak tahu bagaimana mengikat sebuah paku penghalang yang kokoh.
  • Hanya gunakan jangkauan yang lebih pendek jika anda perlu untuk menghindari rintangan dan tidak bisa menemukan tempat penjangkaran yang cocok dengan ruang yang luas. Jangan mengandalkan jangkauan yang pendek untuk cuaca yang buruk atau tinggal bermalam.

Semoga artikel cara memilih tempat menjangkar kapal ini bermanfaat.