0
Jenis Peralatan Darurat pada Kapal
06
Nov
Jenis Peralatan Darurat pada Kapal
Nov 06, 2017By Velasco

Tiga jenis peralatan darurat pada kapal antara lain adalah smoke signal, red hand flare signal, rocket flare signal.

Jenis Peralatan Darurat pada Kapal

Hand Flare
Hand flare merupakan sebuah tabung memanjang yang dapat digenggam dan pada saat diaktifkan akan mengeluarkan asap berwarna merah atau cahaya tanpa menimbulkan ledakan. Hand flare dapat bertahan meskipun diterpa angin kencang. Hand flare dapat digunakan pada saat terjadi keadaan darurat baik pada siang ataupun malam hari. Berdasarkan ketentuan dari International Convention for the Safety of Life at Sea (SOLAS), persyaratan minimal sebuah hand flare adalah:
• Harus anti air.
• Harus mempunyai sistem pengaktifan otomatis.
• Harus nyaman saat digunakan.
• Tidak membahayakan orang lain pada saat digunakan di kapal.
• Harus dapat mengeluarkan warna merah terang.
• Harus terdapat petunjuk praktis cara menggunakannya.

Jenis Peralatan Darurat pada Kapal

Rocket Parachute Flare
Jenis flare yang satu ini dirancang untuk dapat mengeluarkan sebuah tembakan menyerupai bintang merah berukuran besar. Menurut SOLAS, ketentuan minimal sebuah rocket parachute flare yaitu:
• Ketinggian minimal tembakan secara vertikal setinggi 300 m dari titik tembakan.
• Parasut harus dapat terkembang secara otomatis pada saat mencapai atau hampir mencapai ketinggian puncak.
• Nyala flare harus dapat bertahan tidak kurang dari 40 detik dengan intensitas level cahayanyak 30000 lilin.
• Level kecepatan penurunan flare setelah parasutnnya terkembang yaitu 5 m/s.
• Flare diatur agar jangan sampai membakar parasut saat parasut terkembang.

Jenis Peralatan Darurat pada Kapal

Buoyant Smoke Signals
Perangkat ini merupakan berfungsi sebagai pemberi posisi darurat atau menunjukan arah angin bagi petugas penyelamat dengan cara mengeluarkan asap. Sinyal asap yang dikeluarkan berwarna oranye terang. Perangkat ini ditaruh di wadah yang dapat terapung dan dirancang agar dapat mengeluarkankan asap pada saat terapung di air. Pada umumnya buoyant smoke signals digunakan pada siang hari. Mengacu pada SOLAS, ketentuan minimal sebuah Bouyant smoke signals yaitu:
• Berada di dalam wadah anti air yang dilengkapi dengan diagram instruksi cara penggunaanya.
• Tidak akan meledak jika digunakan sesuai dengan petunjuk.
• Asap yang dihasilkan harus berwarna mencolok dan dapat bertahan minimal selama 3 menit.
• Hanya menghasilkan asap dan bukan cahaya pada saat terapung di air.
• Akan otomatis mengeluarkan asap minimal 10 detik setelah terendam di air.

Semua jenis peralatan darurat pada kapal tersebut di atas wajib Anda pahami cara menggunakannya agar tidak membuang waktu lama melihat panduan terlebih dulu saat terjadi situasi darurat. Setiap awak kapal sebaiknya tahu mengenai cara pemakaian beberapa jenis flare dan smoke signal di atas.

Silahkan kontak kami PT Velasco Indonesia Persada sebagai distributor flare dan peralatan teknik lainnya dengan pelayanan terbaik. Hubungi (021) 690 530 atau info@velascoindonesia.com. Atau lihat produk kami lainnya di sini.