0
  CONTACT US by WHATSAPP
industri kapal
25
Aug
Industri Perkapalan Bergerak ke Arah Ramah Lingkungan
Aug 25, 2016By Velasco Indonesia

Tahukah Anda bahwa sekitar 90% perdagangan dunia bergantung pada industri perkapalan untuk shipping-nya? Namun, industri perkapalan juga menghasilkan berbagai bahan kimia polutan yang dapat merusak lingkungan. Bersamaan dengan tren dunia yang semakin ramah lingkungan, industri perkapalan juga ikut bergerak ke arah ramah lingkungan.

industri perkapalan

Beratus-ratus tahun yang lalu, industri perkapalan sudah ikut andil dalam perdagangan dunia, tetapi dengan bermodalkan tenaga angin, tanpa emisi yang membahayakan, kapal-kapal tersebut bekerja tanpa merusak lingkungan. Kecepatannya pun tidak kalah dengan kapal-kapal modern, di mana kecepatan kapal dahulu dapat mencapai 17 knot, sedangkan kapal modern 12-16 knot. Sejak itu, industri perkapalan perlahan semakin menggunakan bahan bakar minyak dan berpotensi polusi. Emisi karbon yang dihasilkan oleh kapal-kapal sekarang ini banyak yang lebih hebat dibandingkan emisi pesawat terbang. Sisa bahan bakar dibuang ke laut oleh kapal-kapal kontainer. Tidakkah ironis?

Untungnya, sekarang ini mulai muncul kesadaran bagi para pengusaha kapal untuk lebih ramah lingkungan. Beberapa produsen kapal mulai memproduksi kapal versi ramah lingkungan. Nippon Yusen Kabushiki Kaisha (NYK) baru-baru ini memaparkan konsep NYK Super Eco Ship 2030 yang diharapkan akan mencetuskan gerakan kapal ramah lingkungan di industri perkapalan, di mana kapal ini menggunakan panel surya untuk menyubsidi sebagian tenaga yang dibutuhkan untuk beroperasi. Meski hanya sebagian kecil energi yang disubsidi, tetapi efek pengurangan limbahnya cukup signifikan. Perusahaan Jepang Eco Marine Power (EMP) sekarang ini tengah mengembangkan dan mempromosikan sistem pembangkit tenaga dan peluncur kapal yang ramah lingkungan, dan sedang meneliti teknologi bahan bakar yang dapat diperbarui untuk kapal, disebut “EnergySail”. Teknologi ini menggunakan tenaga angin bersama dengan tenaga surya untuk menjalankan kapal.

Selain dalam bidang inovasi, berbagai perusahaan perkapalan lain juga berkontribusi dengan cara masing-masing, contohnya disebutkan di bawah ini:

  • Holland America Cruises: Pesiar ini mengimplementasikan sistem black water treatment, mengurangi jumlah sampah mereka dengan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan lain, memastikan tidak adanya sampah yang dibuang ke laut, serta memastikan tenaga kerja mereka diedukasi untuk ramah lingkungan.
  • Royal Caribbean Cruise Lines: Perusahaan ini memiliki manajer yang bertanggungjawab mengenai kebersihan lingkungan dan pelatihan lingkungan untuk semua petugas. Semua petugas diwajibkan mampu menjelaskan peraturan kapal ini untuk ramah lingkungan ke semua tamu. Selain itu, kapal ini tidak lagi menggunakan botol minum plastik, melainkan memasang advanced purification system untuk menyaring air.

Jika kapal-kapal yang notabene sangat menimbulkan polusi lingkungan bisa go green, bagaimana dengan Anda?