0
  CONTACT US by WHATSAPP
Penyelamatan untuk Orang Tenggelam
11
Oct
Gerakan Penyelamatan untuk Orang Tenggelam
Oct 11, 2019By Velasco

Perjalanan laut memiliki banyak risiko kecelakaan. Kecelakaan atau kejadian tidak terduga dapat terjadi baik yang disebabkan oleh manusia, kejadian alam, maupun oleh kerusakan mesin. Sesuai dengan standar keselamatan internasional, setiap petugas kapal harus dilatih untuk dapat menangani semua kejadian tak terduga. Oleh karena itu, hanya petugas yang telah bersertifikasi sajalah yang diperbolehkan untuk bekerja di kapal. Awak kapal kapal terlatih wajib mengetahui gerakan penyelamatan untuk orang tenggelam.

 

Man Overboard Situation

Salah satu kejadian tak terduga atau kecelakaan yang bisa terjadi di atas kapal adalah jatuhnya orang, baik penumpang ataupun anak buah kapal (ABK) dari kapal. Kejadian ini disebut dengan Man Overboard Situation (MOB). Berikut adalah beberapa prosedur dalam menangani MOB.

 

Langkah Penyelamatan untuk Orang Tenggelam

  1. Saat ada yang terjatuh dari kapal, petugas yang pertama melihat harus berteriak “ADA ORANG JATUH DARI KAPAL” atau “MAN OVERBOARD”. Petugas lain yang mendengar teriakan tersebut harus segera memberitahukan kepada nahkoda. Nahkoda kemudian mengubah mode kemudi kapal dari mode auto ke manual agar dapat melakukan manuver penyelamatan, dan segera menandai lokasi orang terjatuh di GPS.
  2. Petugas melemparkan pelampung ke arah korban terjatuh. Idealnya, alat yang dilempar adalah life buoy yang sudah tersambung dengan alat man overboard, yaitu sebuah alat piroteknik yang dapat menghasilkan sinyal tanda bahaya berwarna oranye. Fungsinya selain agar korban dapat meraih benda tersebut, juga untuk menandakan lokasi korban jatuh.
  3. Petugas membunyikan alarm 3 kali untuk memberitahu semua petugas kapal bahwa terjadi MOB. Petugas juga membunyikan alarm umum agar bagi yang tidak memahami alarm MOB untuk segera berkumpul di muster station untuk mendapat pengarahan tentang situasi yang terjadi. Petugas yang lain sesegera mungkin berada di sisi-sisi kapal untuk melakukan pengamatan di lokasi orang terjatuh.
  4. Nahkoda memerintahkan petugas di ruangan mesin untuk melakukan manuver saat dibutuhkan sambil petugas lainnya mengawasi RADAR/APRA.
  5. Kapal penyelamat harus menampung cukup petugas yang dapat melakukan proses penyelamatan. Petugas di kapal penyelamat membawa radio VHF sebagai alat komunikasi.
  6. Korban harus segera mendapatkan pertolongan pertama begitu diangkat dari air. Pesan atau sinyal keselamatan dihentikan begitu korban selamat.
  7. Nahkoda harus mencatat semua kejadian dalam buku jurnal dan melakuan pemeriksaan terhadap semua petugas berkaitan dengan kejadian MOB.

Silahkan kontak PT Velasco Indonesia Persada, kami merupakan distributor alat safety man overboard (MOB) dilengkapi dengan sertifikat dan pelayanan terbaik. Kami juga menyediakan alat piroteknik berkualitas lainnya seperti line throwing, red hand flare, rocket parachute signal, serta smoke signal. Hubungi (021) 690 530 atau info@velascoindonesia.com. Atau lihat produk kami lainnya di sini.