0
Jenis Alternator
12
Feb
Fungsi dan Jenis Alternator pada Kapal
Feb 12, 2018By Velasco

Semua kapal membutuhkan generator. Generator pada kapal terdiri dari dua sistem, yaitu sistem alternator dan sistem penggerak utama. Berikut ini akan dijelaskan mengenai fungsi dan jenis alternator pada kapal. Apabila Anda membutuhkan alternator untuk kapal, PT Velasco Indonesia menyediakan alternator berkualitas terbaik sesuai kebutuhan Anda.

Jenis Alternator

Secara mekanik, alternator merupakan perangkat mekanik yang mengubah gaya gerak menjadi daya listrik. Prinsip kerjanya berkebalikan dengan motor dan dinamo. Pada kapal, alternator mengubah atau mengkonversi putaran yang dihasilkan oleh poros mesin diesel atau turbin kapal. Oleh karena itu, daya listrik hanya dapat dihasilkan alternator saat perangkat tersebut digabungkan dengan penggerak utama.
Daya listrik yang dihasilkan alternator biasanya difungsikan sebagai daya listrik alternatif pada kapal. Perlu kita ketahui bahwa terdapat banyak cara untuk menyediakan daya listrik alternatif pada sebuah kapal. Namun, semua cara tersebut menggunakan teknik pengaturan alternator yang pada dasaranya sama di semua kapal.

Alternator tersusun dari perangkat-perangkat elektro mekanik. Perangkat-perangkat tersebut pada dasarnya terdiri dari lilitan rotor, stator, dan eksciter eksternal yang berfungsi untuk menyuplai tegangan eksitasi. Rotor merupakan sekumpulan magnet yang berputar. Strator merupakan set stasioner konduktor yang dililitkan pada gulungan pada inti besi.

Kapasitas atau kemampuan kerja sebuah alternator sebuah kapal tergantung dari jumlah mesin atau daya listrik yang dibutuhkan untuk operasional kapal tersebut. Agar dapat efisien dan bekerja dengan optimal, alternator harus dijaga dan dirawat dengan benar. Dua faktor utama yang dapat mengurangi kapasitas sebuah alternator yaitu cuaca yang ekstrem dan kondisi laut. Oleh karena itu, perawatannya harus secara terencana dan secara berkala.

Mengenai pengaturan penyuplai listrik pada kapal, perlu memperhatikan dua hal berikut. Pertama, sebaiknya menggunakan penyuplai listrik AC dengan 3 fasa daripada menggunakan yang DC sebab yang AC 3 fasa mampu memberikan daya listrik yang lebih besar dari DC untuk ukuran yang sama. Kedua, sebaiknya menggunakan 3 fasa listrik karena selain dapat menghasilkan daya listrik yang lebih besar, jika terjadi gagal listrik, 2 fasa lainnya dapat terus bekerja. Jenis-jenis alternator dikategorikan berdasarkan fasa listrik yang dihasilkan. Namun pada umumnya terbagi atas alternator single atau 1 fasa dan 3 fasa.

Silahkan kontak kami PT Velasco Indonesia Persada sebagai distributor alternator berkualitas dan peralatan teknik lainnya seperti power tools, electro motor, dan lain sebagainya dengan pelayanan terbaik. Hubungi (021) 690 530 atau info@velascoindonesia.com. Atau lihat produk kami lainnya di sini.