0
  CONTACT US by WHATSAPP
Deteksi Risiko Tabrakan Kapal
14
Aug
Deteksi Risiko Tabrakan Kapal dengan Marine Radar
Aug 14, 2017By Velasco Indonesia

Navigasi adalah suatu teknik untuk menentukan kedudukan dan arah lintasan perjalanan secara tepat, atau suatu kegiatan mengontrol arah perjalanan baik di peta maupun di medan sebenarnya dengan tepat hingga sampai ke tujuan. Berfungsi untuk deteksi risiko tabrakan kapal.

Deteksi Risiko Tabrakan Kapal

Pada kondisi terdahulu, istilah navigasi digunakan untuk melakukan perjalanan di alam bebas hanya dibantu oleh peta, kompas dan kemampuan berorientasi yaitu usaha memperkirakan atau menentukan tempat kedudukan setepat mungkin dengan cara mengamati, mempelajari, mengenali keadaan sekitar selama perjalanan dilakukan.

Sekarang, navigasi untuk deteksi tabrakan kapal sudah mengalami perkembangan, sehingga terdapat beberapa jenis perangkat navigasi lain, yaitu perangkat navigasi yang tergabung dalam navigasi elektronik. Navigasi elektronik sering digunakan karena perannya cukup dibutuhkan untuk hasil yang lebih akurat dan penggunaannya lebih praktis, mengingat medan kedudukan yang ingin dicari kadang kala tidaklah selalu aman.

Menyadari betapa pentingnya hal diatas, maka diperlukan adanya pengulasan lebih lanjut mengenai navigasi elektronik untuk deteksi risiko tabrakan kapal.

Navigasi elektronik adalah suatu teknik untuk menentukan kedudukan dan arah lintasan secara tepat dengan menggunakan perangkat berbasis elektronik. Terdapat beberapa perangkat navigasi elektronik antara lain Elektronik Chart, Radio WavesRadio NavigationRadar NavigationSatellite Navigation, Loran Navigation

Prinsip Kerja Radar

Seperti telah diketahui radar menggunakan prinsip pancaran gelombang radio dalam bentuk ‘microwave band’. Pulsa yang dihasilkan oleh unit pemancar (transmitter unit) dikirim ke antena melalui swich pemilih pancar/terima elektronik (T/R electronic switch). Pada saat pengiriman sinyal antena akan berputar 10 hingga 30 kali/menit dengan memancarkan denyutan/pulsa 500 hingga 3000 kali/detik. Ketika pemancaran, pulsa ini akan dipantulkan kembali apabila mengenai sasaran dalam bentuk gema radio (radio echo). Pulsa yang dipantulkan ini akan diterima kembali oleh antena dan dikirim ke unit penerima (receiver) melalui switch pemilih pancar/terima. Pulsa ini akan di kuatkan dan akan dideteksi dalam bentuk sinyal radio yang seterusnya dibesarkan lagi kekuatannya pada indicator.

Setiap kali gelombang elektrik dipancarkan, bintik-bintik putih akan terbentang dari pusat skrin/skop radar dengan kecepatan konstan dan akan membuat garis sapuan. Garis sapuan ini akan bergerak disekeliling pusat skop dan berputar searah jarum jam dimana putarannya selaras dengan putaran antena. Apabila sinyal video (video signal) digunakan dalam indikator, bintik putih diatas garis sapuan ini akan diubah kedalam bentuk gambar/bayang-bayang. Posisi gambar ini akan sejalan dengan arah gelombang elektrik yang dipancarkan serta jarak posisi gambar ini dengan pusat skop radar adalah berdasarkan jarak kapal dengan sasaran di suatu tempat. Dengan demikian posisi penerima sinyal kapal senantiasa berada di pusat skop pada tabung sinar katoda dan dikelilingi oleh objek/sasaran.