0
  CONTACT US by WHATSAPP
Cegah Kebakaran
10
Jan
Cegah Kebakaran di Sekitar Anda
Jan 10, 2020By Velasco Indonesia

Kebakaran adalah api yang tidak terkendalikan. Kebakaran merupakan suatu keadaan darurat yang sering terjadi tetapi dapat dicegah. Terjadi atau tidaknya serta besar kecilnya kebakaran sangat tergantung pada seberapa cepat dan tepat dalam melakukan tindakan awal. Jadi, yuk cegah kebakaran dengan mengetahui dasar-dasar tentang api dan cara memadamkannya. Tentu jangan lupa juga untuk selalu sedia alat pemadam kebakaran ya.

Cegah Kebakaran dengan Mengetahui Tindakan Awal

Tindakan awal dapat diambil jika pihak yang bertugas atau yang berada di tempat kejadian mengetahui hal-hal dasar tentang sifat api, sumber dan cara penanggulangannya. Inti dari tindakan awal yaitu:

  1. Saat belum ada api, jangan sampai terjadi penyalaan.
  2. Saat sudah terjadi penyalaan, jangan sampai api membesar. Dan yang paling penting, jangan panik!

Cegah Kebakaran dengan Memahami Teori Api

Api dapat timbul karena perpaduan tiga elemen dasar: bahan bakar, panas, dan oksigen (segitiga api). Api tidak akan menyala tanpa salah satu dari elemen tersebut. Jadi, cara mendasar dari memadamkan api adalah memutus salah satu rantai elemen penyebab api tersebut.

1. Bahan-bahan yang mudah terbakar

Bahan padat, cair dan gas merupakan bahan yang dapat terbakar. Faktor yang mempengaruhi bahan menjadi mudah terbakar adalah suhu terendah di mana suatu zat (bahan bakar) cukup mengeluarkan uap dan menyala sekejap bila diberi sumber panas yang cukup. Contohnya Volatile Liquid; zat cair yang mempunyai FP < 60 derajat Celsius.

2. Suhu penyalaan sendiri (auto ignition temperature) merupakan suhu di mana suatu zat dapat menyala dengan sendirinya tanpa adanya sumber panas dari luar. Contonya:

  • Bensin           : 2530 C
  • Kerosin         : 228,90 C
  • Parafin          : 3160 C
  • Dsb.

3. Titik bakar (Fire Point / FP) adalah suhu terndah di mana suatu zat cukup mengeluarkan uap dan terbakar (menyala terus menerus) bila diberi sumber panas.

4. Daerah mudah terbakar (Flammable Range)

Daerah mudah terbakar adalah batas campuran antara uap dan bahan bakar dengan udara konsentrasi yang dapat menyala/terbakar bila dikenai atau diberi panas konsentrasi; perbandingan volume antara uap bahan bakar dengan udara.

Contoh:

  • Minyak mentah         : 1%       – 10%
  • Aseton                         : 2,15% – 13%
  • Bensin                          : 1,4%    – 7,6%
  • Dsb.

5. Sumber-sumber panas

Sumber panas merupakan berbagai bentuk kondisi atau tenaga yang dapat menjadi sumber penyalaan dalam segitiga api, antara lain:

  • Api terbuka (open flame)
  • Gesekan (friction)
  • Aliran listik
  • Petir
  • Dsb.

Silahkan kontak kami PT Velasco Indonesia Persada sebagai distributor alat pemadam kebakaranseperti APAR, fire hose, fire blanket, dll, dengan pelayanan terbaik. Hubungi (021) 690 530 atau info@velascoindonesia.com. Atau lihat produk kami lainnya di sini.